Kain batik merah

Sebut saja nama Ngah Langit Hitam, sudah tentu telinga yang mendengar akan menggigil ketakutan dan tak senang duduk. Masing-masing sudah kenal, siapa Ngah Langit Hitam. Kehilangannya dari kampung secara tiba-tiba sering menjadi tanda tanya penduduk, tetapi tak pernah ada seorang pun yang sudi ber...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Faten Anur (Author)
Format: Book
Language:Malay
Published: Bandar Baru Bangi, Selangor Kaseh Aries Publication Sdn Bhd 2020
Subjects:
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Sebut saja nama Ngah Langit Hitam, sudah tentu telinga yang mendengar akan menggigil ketakutan dan tak senang duduk. Masing-masing sudah kenal, siapa Ngah Langit Hitam. Kehilangannya dari kampung secara tiba-tiba sering menjadi tanda tanya penduduk, tetapi tak pernah ada seorang pun yang sudi bertanya kepada Maimun, bekas isteri Ngah Langit Hitam. Sejak bermulanya kematian Maria dalam keadaan mengerikan, nama Ngah Langit Hitam kembali meniti di bibir penduduk. Masing-masing sudah tidak senang hati, dan sudah tentunya Melur dan Maimun menjadi mangsa keadaan. Semenjak itu, Maimun sering dihantui resah. Terngiang-ngiang lagi kata-kata bekas suaminya pada hari terakhir dia lihat wajah lelaki itu. Kata-kata itu berupa ancaman dan malapetaka yang akan menimpa mereka. Tambahan pula, sejak kali pertama Maimun dan Melur didatangi mimpi-mimpi aneh, hidup mereka semakin kacau. Setiap hari, Maimun dapat rasakan yang 'dia' sudah mula mendatangi Melur. Maimun: "Aku takkan biarkan. Aku takkan benarkan. Dia anak aku!" Dalam usaha Maimun yang kononnya ingin selamatkan Melur dari Ngah Langit Hitam, dia sebenarnya sudah terlambat semenjak Melur mula bertemankan kain batik merah. Kain batik busuk dan kotor yang pernah dibuangnya dahulu kini sudah menjadi milik Melur sepenuhnya. Tanpa sedar, 'penolakkannya' dulu kini menjadi musibah buat anaknya sendiri, Melur.
Physical Description:303 pages 19 cm
ISBN:9789672035596