Mendakap kesedihan dengan Al-Quran
Kita sering ungkapkan kata-kata ini kepada diri yang sedang bersedih. La tahzan, kata kita. Seakan-akan tangisan itu sesuatu yang negatif dan salah. Benarkah kita dilarang untuk berasa sedih? "Andai kita rasa terbuang; Yusuf AS juga begitu. Andai kita pernah melalui konflik berkeluarga; Yaakub...
Saved in:
| Main Author: | |
|---|---|
| Other Authors: | |
| Format: | Book |
| Language: | Malay |
| Published: |
Kajang, Selangor
Iman Publication
2021
|
| Subjects: | |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| Summary: | Kita sering ungkapkan kata-kata ini kepada diri yang sedang bersedih. La tahzan, kata kita. Seakan-akan tangisan itu sesuatu yang negatif dan salah. Benarkah kita dilarang untuk berasa sedih? "Andai kita rasa terbuang; Yusuf AS juga begitu. Andai kita pernah melalui konflik berkeluarga; Yaakub AS juga begitu. Andai kita pernah dikhianati teman; Lut AS juga begitu." Kita menangis; Yaakub AS juga menangis, sehingga buta matanya. Kita rasa hidup tidak lagi bermakna; Maryam AS juga pernah rasa begitu, sehingga terlahir kata-kata penyesalan dari bibirnya. Sebenarnya, apakah respons al-Quran terhadap kesedihan yang kita bahkan para nabi rasai? Imran Zaki menerusi buku ini membawakan perspektif al-Quran yang mendakap diri kita saat dirundung kesedihan. Al-Quran menganjurkan tata cara mengurusnya, serta membimbing tangan kita untuk move on dan melangkah ke hadapan. |
|---|---|
| Item Description: | Contains verses from Qur'an and quotes from the Hadith |
| Physical Description: | 224 pages 21 cm |
| Bibliography: | Includes bibliographical references |
| ISBN: | 9789672459286 (pbk |


