Beduk diketuk lagi kisah-kisah yang dititipkan secara berhati-hati agar teguran secara kiasan dapat disuntik bersulam gurauan
erita-cerita dan huraian dalam buku ini disampaikan secara penuh hikmah: berkisah dalam tarbiah, mengejutkan bersulam kiasan dan membuat teguran bersalut gurauan. Agar segala yang berat mudah difahami dan diaplikasi serta mesej-mesej sarat tarbiah mampu dihadam secara santai oleh pembaca.
Saved in:
| Main Author: | |
|---|---|
| Other Authors: | |
| Format: | Book |
| Language: | Malay |
| Published: |
Kuala Lumpur
Telaga Biru
2015
|
| Subjects: | |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Table of Contents:
- Hati seorang pemandu teksi
- Sendi agama itu syariat, bukan adat
- Jalan mazmumah
- Menutup aurat tetapi hati jahat
- Bangsa menjaga agama?
- Empat dalam satu!
- Apabila menutup untuk mendedahkan
- Strategi hati menambah rezeki
- Seperti katak dipanaskan
- Seperti neo-firaun masih ada
- Berkorban tidak semestinya terkorban
- Iktibar angsa dan telur emasnya
- Iman itu bahagia apabila diuji
- Siapa yang sudi 'mengurut' hati ini?
- Saudara akrab syaitan
- Imej korporat, jiwa akhirat
- Liberalisme yang dijajah minda dan jiwa
- Ada syurga di hatimu
- Tanda cinta yang sempurna
- "Hudud" dalam rumahtangga
- Sehingga Subuh terakhir...
- Jagalah Allah, Allah pasti manjagamu
- Buat baik sampai bila-bila
- Rela menjadi Hang Nadim
- Polemik poligami
- "Jagalah Allah, wahai suami, wahai isteri"
- Mencari khatib professional
- Panggilan cinta
- Bila hasad dan takbur bertempur...
- Tinta ayah yang sayang dan marah
- Aku dan tiga ibu
- Sabar yang dinamik
- Tiada marah jika cintamu kerana Allah
- DNA rasuah vs DNA babi
- Baik-baik menjadi orang baik
- Apabila takbir kemenangan menjadi sayu dan layu


